Menulis dan Masturbasi
Saya bukan penulis. Dalam bio apapun tak ada sebutan itu, apalagi dalam KTP. Tetapi saya terus menulis, menikmatinya, sekalian mengasah diri. Tak ada prajurit terlatih, yang ada hanyalah prajurit yang selalu berlatih.
Semacam masturbasi, menulis untuk diri sendiri di sejumlah blog, padahal tak ada yang membaca? Mungkin.
Menulis melatih saya menata benak dan mengingat apa saja tak hanya kosakata tetapi juga peristiwa. Sangat personal.
Saya berterima kasih kepada media digital.
wah baru tau nih Evernote.com. Saya ke tkp.
Alris recently posted..Nostalgia
Alris: cobalah :)
Pak Abdul Djalil Pirous , kaligrafer yg tak bisa dimasukkan kelas man pun (saking gedenya), gemar menyusun huruf Arab yang merupakan ayat-ayat Quran. Lantas, orang2 berpikir bahwa dia sedang berdakwah / menyebar agama. Ternyata tidak, dia bilang bahwa itu cuma ekspresi dia sendiri terhadap agama yang dianutnya, soal kenikmatan diri saja.
Memang baiknya sesuatu yang sulit/mahal sekali pun, jangan lah dipaksa punya misi (& terbebani olehnya), apalagi hal-hal yang mudah/murah seperti blog. Kapan kita akan bersantai menikmati kesia-siaan suatu aktivitas.
Wak Agen: Iya, bentoel — benar dan betoel. :)
Pirous juga seorang seniman grafis yang hebat sejak zaman Decenta. Dan yang banyak orang gak tahu, Pirous juga bermain dengan aksara latin. :)
Dulu waktu masih kuliah, kalo saya kirim kartu Lebaran ke orang-orang khusus pasti pake kartu yang ilustrasinya karya Pirous — padahal saya gak bisa baca-tulis Arab, semata menikmatinya secara visual saja. :)
Dan saya gak tahu dari sejumlah karya itu mana yang sedikit terilhami oleh nisan di Aceh sana… :)
Iya nih, jadi pingin kembali seperti masa awal punya weblog : sebagai kelanjutan buku harian :D
mpokb recently posted..Mimin Bingung, Tambah Akun
Mpokb: Pada mulanya blog memang catatabn harian. Tapi misalkan bukan buat dipublikasikan, pakai saja Evernote.com :)