Jika Kelajangan adalah Ras, maka Pengejeknya itu Rasis

Seorang perempuan lajang menggerutu, orang yang sudah menikah suka bikin guyon garing tentang orang lajang, padahal orang lajang tak pernah meledek mereka.

Mungkin karena perkawinan dianggap melengkapi kehidupan, punya pasangan tetap, sehingga yang lajang dianggap belum lengkap. Lalu yang merasa lebih pun meledek yang dianggap kurang.

Maka si lajang tadi berpendapat seperti dalam judul. Tetapi kalau lajang mengejek orang menikah (“Kalau cuma cekcok ngapain kawin?”), mungkin juga dianggap rasis.

 

15 comments

  1. Alris INDONESIA Mozilla Firefox Windows

    Jadi cerpenis tenar kenapa bisa masuk “penjara”? Oh, ya, mungkin dia waktu umur menikah belum tau itu penjara. Kalau perkawinannya masih langgeng berarti penjara itu enak buat dia. Hanya bercanda…
    Alris recently posted..NostalgiaMy Profile

    • Antyo

      Mpokb: …dan komedian hebat tidak menghina maupun mempermakukan penonton/pemirsa. Di kita, orang lucu selalu pintar melakukan bullying. Orang lain ikut tertawa krn lega dirinya gak kena.

  2. capung ayu UNITED STATES Mozilla Firefox Mac OS

    halah…… ini kan cuma masalah seks….. kenapa sih diributin emangnya yang udah married lebih oke kehidupan seksnya??…… :P

  3. pinkyscrew AUSTRALIA Safari Linux

    Orang2 menyebalkan merasa hidupnya lebih bermakna, paling ujung2nya ngeledek soal seks. Kalo cowok dibilang cuma dipake buat pipis, kalo cewek dipakainya cuma buat tamu bulanan :(

  4. lipstick AUSTRALIA Safari Linux

    napa kalo cowok lajang jarang dilecehkan tapi cewek lajang sering dihina! kadang yang menghina sesama cewek. lajang itu hak asasi manusia. apa wanita yang nikah itu lupa sama penderitaan waktu lajang!

  5. nonadita CANADA Safari

    Kadang istri2 yg nyuruh2 buruan nikah atau minta undangan itu niatnya krn biar dapet temen….yg sama2 terjerat dalam perkawinan. Kadang2 lho ya….

    • Antyo

      Nondit: Sejawat saya dulu, seorang cerpenis tenar yang sekarang doktor, ketika menerima undangan pernikahan teman saya berkata, “Tyo, heran saya. Masih saja ada orang yang ingin masuk penjara.”

      Lain waktu seorang sejawat, pria, barusan menyelesaikan cuti setelah menikah dalam usia 40+. Ucapan selamat sang cerpenis sambil melihat ke arah saya, “Curang dia, kawinnya sekarang!”

      Sang cerpenis menikah dalam usia 19.

Post a comment

You may use the following HTML:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge