Jika Kelajangan adalah Ras, maka Pengejeknya itu Rasis
Seorang perempuan lajang menggerutu, orang yang sudah menikah suka bikin guyon garing tentang orang lajang, padahal orang lajang tak pernah meledek mereka.
Mungkin karena perkawinan dianggap melengkapi kehidupan, punya pasangan tetap, sehingga yang lajang dianggap belum lengkap. Lalu yang merasa lebih pun meledek yang dianggap kurang.
Maka si lajang tadi berpendapat seperti dalam judul. Tetapi kalau lajang mengejek orang menikah (“Kalau cuma cekcok ngapain kawin?”), mungkin juga dianggap rasis.
Kesimpulannya : lajang maupun menikah, sama-sama bisa menjadi bahan ledekan
jun recently posted..Tampak Depan Pekan Ketiga Juni 2012
Jun: manusia memang gemar (saling) meledek :)
Jadi cerpenis tenar kenapa bisa masuk “penjara”? Oh, ya, mungkin dia waktu umur menikah belum tau itu penjara. Kalau perkawinannya masih langgeng berarti penjara itu enak buat dia. Hanya bercanda…
Alris recently posted..Nostalgia
Semakin hormat sama komedian (yang betulan), karena ternyata bikin lelucon yang basah itu tidak mudah..
mpokb recently posted..Mimin Bingung, Tambah Akun
Mpokb: …dan komedian hebat tidak menghina maupun mempermakukan penonton/pemirsa. Di kita, orang lucu selalu pintar melakukan bullying. Orang lain ikut tertawa krn lega dirinya gak kena.
halah…… ini kan cuma masalah seks….. kenapa sih diributin emangnya yang udah married lebih oke kehidupan seksnya??…… :P
capung: seks? gitu ya? ;)
Orang2 menyebalkan merasa hidupnya lebih bermakna, paling ujung2nya ngeledek soal seks. Kalo cowok dibilang cuma dipake buat pipis, kalo cewek dipakainya cuma buat tamu bulanan :(
pinkyscrew: tapi kan beda frekuensi ya? kalo cowok saben hari kepakai. gak tau itu bagus atau gak :D
napa kalo cowok lajang jarang dilecehkan tapi cewek lajang sering dihina! kadang yang menghina sesama cewek. lajang itu hak asasi manusia. apa wanita yang nikah itu lupa sama penderitaan waktu lajang!
lipstick: oh menjadi wanita lajang itu menderita to? :)
Kadang istri2 yg nyuruh2 buruan nikah atau minta undangan itu niatnya krn biar dapet temen….yg sama2 terjerat dalam perkawinan. Kadang2 lho ya….
Nondit: Sejawat saya dulu, seorang cerpenis tenar yang sekarang doktor, ketika menerima undangan pernikahan teman saya berkata, “Tyo, heran saya. Masih saja ada orang yang ingin masuk penjara.”
Lain waktu seorang sejawat, pria, barusan menyelesaikan cuti setelah menikah dalam usia 40+. Ucapan selamat sang cerpenis sambil melihat ke arah saya, “Curang dia, kawinnya sekarang!”
Sang cerpenis menikah dalam usia 19.
Kenapa dia menikah dalam usia 19? Dipaksa keluarga atau dorongan hormon masa muda?
nonadita recently posted..Balon Udara di Relaunch Timberland Watches
nondit: mmmm… saya tidak berwenang menjawab :)